WhatsApp Group (Join Now) Dowanload Now

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas: Gencatan senjata selama empat hari antara pasukan Israel dan Hamas akan berakhir dalam waktu dekat. Hingga saat ini belum jelas apakah ada pembicaraan lebih lanjut terkait kemungkinan perpanjangan gencatan senjata di Gaza.

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas
12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

Sebelumnya perang berhenti dengan imbalan pembebasan sandera. Hamas akan melepas tawanannya begitu juga Israel yang membebaskan tahanan Palestina.

Lalu bagaimana update lengkapnya? Berikut situasi terkini selama berlansungnya gencatan senjata, seperti dikutip oleh CNBC Indonesia dari berbagai sumber Senin (27/11/2023).

Viral Senyum Sandera Israel

Dilaporkan sejauh ini, sudah ada 17 tawanan Hamas yang dilepaskan ke Israel. Sementara itu, sebanyak 19 warga Palestina yang selama ini ditahan Israel juga telah dibebaskan.

Perang dengan kelompok Hamas di Gaza, Palestina, ternyata merugikan Israel. Bahkan setidaknya US$ 269 juta (sekitar Rp 4,1 miliar) per hari hilang di negeri itu.

Perang Gaza dikatakan memberikan pukulan yang lebih besar terhadap perekonomian negara tersebut dibandingkan konflik-konflik sebelumnya. Hal ini ditegaskan lembaga pemeringkat Moody’s dalam sebuah laporan berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan Israel.

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

Facing a huge wave of criticism over his failure to prevent the shock Hamas infiltration of Israel on Oct. 7, Netanyahu has largely avoided the limelight while conducting a two-front war, one against Hamas and the other for his own political survival.

Netanyahu, 74, has long maintained an image as a security hawk, tough on Iran and backed by an army that ensured Jews would never again suffer a Holocaust – only to experience on his watch the deadliest single incident in Israel’s 75-year-old history..

12 update gaza

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas
12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

Dalam video yang dirilis Brigade Al-Qassam, sayap militer gerakan perlawanan Hamas di Telegram, sejumlah momen-momen tak biasa terekam kamera antara para sandera dan pasukan Hamas. Dilaporkan bagaimana warga Israel yang dibebaskan tampak tersenyum dan melambaikan tangan perpisahan kepada pasukan Hamas.

Disebut bahwa tawanan dalam kondisi sehat di mana beberapa mengacungkan jempol dan membawa botol air serta camilan. Dalam video diperlihatkan salah satu tawanan yang memakai kruk karena cedera di kaki, mengucapkan terima kasih kepada pasukan Hamas bersenjata setelah masuk mobil Palang Merah (ICRC).

“Brigade Al-Qassam merilis rekaman, menunjukkan pembebasan tahanan Israel gelombang kedua. Para tahanan tampak sehat dan nyaman sambil melambaikan tangan kepada para pejuang perlawanan,” tulis Quds News Network.

Read More

Sebenarnya momen tersebut adalah gelombang kedua pembebasan sandera oleh Hamas. Pembebasan tahanan gelombang pertama sempat dilakukan 24 November 2024.

Kala itu WN Israel yang melambaikan tangan kepada pejuang Israel ketika mobil ICRC meninggalkan lokasi penjemputan. Dalam wawancara salah satu sandera juga menyebut bagaimana mereka diperlakukan baik.

viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

Israel sendiri belum memberi pernyataan baru. Sandera yang dibebaskan di gelombang terbaru ini juga belum memberi pernyataan khusus

Israelis have shunned some of Netanyahu’s fellow cabinet ministers, blaming them for failing to prevent the Palestinian Hamas gunmen from entering from Gaza, killing 1,200 people, abducting 240 more and engulfing the country in war.

In separate incidents, at least three of his ministers were subjected to derision and abuse when they appeared in public, underscoring the scale of public fury over the failures that paved the way for Hamas to carry out the attack.

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas
12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

Pertukaran Sandera Sukses

Read More

ICRC telah mengkonfirmasi keberhasilan memfasilitasi pemindahan dan pembebasan sandera Israel oleh Hamas. ICRC sebenarnya tidak terlibat dalam negosiasi namun hanya pelaksana operasi.

“Kami kini telah berhasil memfasilitasi pembebasan 19 tahanan Palestina dari tempat penahanan Israel,” cuit ICRC melalui media sosial X.

“ICRC tidak terlibat dalam negosiasi tersebut. Peran kami adalah melaksanakan operasi ini sebagai perantara yang netral,” tambahnya, seperti dikutip Guardian.

Ini menandai fasilitasi ketiga ICRC setelah gencatan senjata sementara yang dilakukan antara Israel dan Hamas sejak pekan lalu. Sebelumnya ICRC juga menjadi operator dalam pembebasan sandıra pertama di November lalu.

Sandera Thailand Tiba dengan Selamat

Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Tel Aviv mengatakan bahwa tiga sandera Thailand yang dibebaskan pada Minggu malam telah tiba dengan selamat di sebuah pusat medis dekat Tel Aviv. Secara total, 17 sandera asal Thailand kini telah dibebaskan oleh Hamas dalam tiga hari terakhir.

Masih ada 15 sandera asal Thailand lain di Gaza. Kementerian Luar Negeri Thailand kemarin mengatakan ini lebih banyak dari yang diketahui sebelumnya.

Sementara itu mengutip The Guardian Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin juga membenarkan tiga sandera warga negaranya yang dibebaskan Hamas dalam kondisi sehat. Kemarin diketahui sandera yang dibebaskan Hamas terdiri dari 13 warga Israel dan empat warga asing, termasuk Thailand.

Read More

“Semua orang sehat,” katanya. “Semua orang berbicara dan berjalan dengan normal.”

“Semua orang senang bisa dibebaskan. Secara keseluruhan, kesehatan mental masih baik. Dapat berbicara dengan normal,” tambahnya.

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas
12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

Israel Tahan 3.200 WN Palestina di Tepi Barat

Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengatakan sebanyak 3.200 warga Palestina ditahan oleh Israel sejak 7 Oktober di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Di mana 41 di antaranya adalah jurnalis.

Menurut laporan itu, ini membuat total jumlah penahanan menjadi 7.000 orang. Angka ini ditambah dengan mereka yang ditahan di Gaza.

“Jumlah tersebut juga mencakup lebih dari 200 anak-anak dan sekitar 78 tahanan perempuan, serta ratusan orang yang sakit dan terluka,” ambah laporan baru tersebut, seperti dikutip Al Jazeera.

“Beberapa di antaranya memerlukan intervensi medis segera,” ujarnya.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa penahanan baru-baru ini juga disertai dengan penggerebekan dan pelecehan yang meluas. Ada pula perusakan dan penghancuran rumah warga serta dpemukulan parah terhadap keluarga tahanan.

“Selain itu ada pula penembakan terhadap warga Palestina yang tidak bersenjata yang mengakibatkan kematian,” tulis laporan tersebut.

Perlakuan Sadis Israel ke Tahanan Palestina

Amnesty International melaporkan bahwa sejak 7 Oktober, pasukan Israel telah menahan lebih dari 2.200 pria dan wanita Palestina. Organisasi tersebut mengatakan adanya beberapa bentuk penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya terhadap tahanan yang telah dilakukan oleh pasukan Israel selama empat minggu terakhir.

“Tindakan tersebut termasuk pemukulan parah dan penghinaan terhadap tahanan, termasuk dengan memaksa mereka menundukkan kepala, berlutut di lantai selama penghitungan narapidana, dan menyanyikan lagu-lagu Israel,” kata Amnesty International, mengutip kesaksian dari para tahanan yang dibebaskan dan pengacara hak asasi manusia, seperti dikutip The Guardian.

“Selama sebulan terakhir kita telah menyaksikan peningkatan signifikan dalam penggunaan penahanan administratif oleh Israel – penahanan tanpa dakwaan atau persidangan yang dapat diperpanjang tanpa batas waktu – yang sudah mencapai titik tertinggi dalam 20 tahun sebelum peningkatan permusuhan terbaru pada tanggal 7 Oktober,” kata Direktur Regional Amnesty International untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Heba Morayef, dalam sebuah pernyataan.

“Penahanan administratif adalah salah satu alat utama yang digunakan Israel untuk menegakkan sistem apartheid terhadap warga Palestina,” tambahnya.

Read More

Awal tahun ini, Save the Children menerbitkan penelitian baru yang mengungkapkan bahwa anak-anak Palestina yang ditahan di sistem penahanan militer Israel menghadapi pelecehan fisik dan emosional. Menurut organisasi kemanusiaan tersebut, 86% dari mereka dipukuli dan 69% digeledah.

Sementara itu, 42% mengalami luka-luka pada saat penangkapan termasuk luka tembak dan patah tulang, organisasi hak-hak anak melaporkan. Badan tersebut juga menambahkan bahwa beberapa anak melaporkan kekerasan seksual sementara yang lain “dipindahkan ke pengadilan atau di antara pusat penahanan dalam kandang kecil”.

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas
12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

Kelaparan, Keputusasaan, dan Kehancuran di Gaza Utara

Kepala Program Pangan Dunia (WFP) di Palestina, Samer AbdelJaber, menceritakan misi PBB untuk menyediakan makanan ke Rumah Sakit Al-Ahli dan sekitarnya.

Ia mengatakan bahwa meskipun pengiriman makanan ke rumah sakit di Kota Gaza merupakan “langkah yang menjanjikan”, tim PBB melihat adanya “kelaparan, keputusasaan, dan kehancuran”.

“Tim [PBB] menceritakan kisah-kisah menyakitkan dari orang-orang yang belum menerima bantuan apa pun selama berminggu-minggu,” katanya.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi AS CBS, Cindy McCain, direktur Program Pangan Dunia PBB (WFP), juga memperingatkan bahwa Jalur Gaza “di ambang kelaparan”.

Ia menyerukan lebih banyak bantuan ke wilayah yang terkepung, seiring dengan semakin meningkatnya krisis kemanusiaan di Gaza jelang akhir dari gencatan senjata empat hari antara Israel-Hamas.

Gaza tengah dan utara, termasuk Kota Gaza, kota terbesar di Jalur Gaza, sebagian besar telah terputus dari bantuan kemanusiaan sejak Israel mengklaim pihaknya membelah Jalur Gaza menjadi dua. Israel melakukan itu sejak awal November.

12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas
12 update gaza: viral sandera israel-netanyahu lindungi hamas

Fatah Serukan Akhiri Permusuhan Israel di wilayah Palestina

Kelompok politik Palestina, Fatah, menyerukan “pengakhiran komprehensif dan permanen” terhadap “agresi” Israel yang menargetkan warga sipil yang tinggal di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki. Seruan ini muncul setelah pertemuan para anggota Komite Sentralnya.

Dalam sebuah pernyataan, Fatah juga mengatakan bahwa pihaknya menolak segala upaya untuk mengusir lebih banyak warga sipil dari tanah mereka, di tengah laporan adanya upaya untuk mengusir warga Palestina dari Gaza.

“Kami tidak akan membiarkan satu inci pun tanah mereka ditebang, tidak peduli berapa pun pengorbanannya,” katanya, menyerukan komunitas internasional “untuk mengakui negara Palestina yang merdeka”.

Kelompok politik ini dipimpin oleh Mahmoud Abbas, presiden Otoritas Palestina. Perlu diketahui, kepemimpinannya mendapat tantangan dari banyak faksi di masyarakat Palestina dan di tengah munculnya kelompok politik baru Palestina.

Leave a comment